Dolar AS kembali melemah ditengah kekhawatiran menjelang pembicaraan perdamaian Iran. Namun Penyitaan kapal kargo Iran oleh Amerika Serikat pada akhir pekan memicu ketidakpastian mengenai apakah gencatan senjata sementara antara kedua negara akan diperpanjang. Para pedagang dolar juga berhati-hati sehari sebelum sidang penting Kevin Warsh, mantan gubernur Federal Reserve yang telah dinominasikan oleh Presiden Donald Trump untuk mengambil alih sebagai kepala bank sentral berikutnya dari Jerome Powell. Dolar awalnya sedikit menguat pada sesi Senin setelah penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh AS pada akhir pekan memicu peningkatan ketegangan. Komando Pusat AS pada hari Minggu mengatakan pasukan Amerika menembaki, menaiki, dan menahan sebuah kapal bernama M/V Touska. Setelah kapal tersebut gagal mematuhi peringatan berulang kali selama enam jam, militer AS melepaskan beberapa tembakan dan melumpuhkan ruang mesin kapal. Iran mengecam tindakan tersebut dan bersumpah akan membalas, kata media pemerintah. Ketegangan yang kembali meningkat menimbulkan ketidakpastian mengenai nasib perundingan perdamaian lebih lanjut antara AS dan Iran. Para pelaku pasar menerima berita utama yang saling bertentangan tentang negosiasi tersebut. Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan kepada Bloomberg News bahwa Wakil Presiden JD Vance akan berangkat sore harinya untuk melanjutkan perundingan perdamaian di Pakistan. Namun, New York Post sebelumnya melaporkan bahwa Vance sebenarnya akan berangkat ke Pakistan pada hari Selasa, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Trump sebelumnya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa delegasi AS akan berada di Pakistan "malam ini".
Bagikan Berita