Dolar AS kembali menguat pada Senin pagi setelah melemah pada hari Jumat, karena ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah membuat investor bergegas mencari tempat aman. Harga minyak melonjak dan harga saham berjangka merosot karena ketegangan dengan Iran mengguncang pasar. Ini membalikkan aksi jual yang menyebabkan mata uang tersebut jatuh ke level terendah sejak awal perang pada hari Jumat karena harapan akan kesepakatan perdamaian meningkat. Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan damai meskipun Trump mengancam akan melakukan serangan udara lagi. Iran menolak perundingan perdamaian baru dengan Amerika Serikat, demikian dilaporkan kantor berita negara Iran pada hari Minggu, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengirim utusan untuk berunding di Pakistan dan akan melancarkan serangan baru terhadap Iran kecuali Iran menerima persyaratannya.Euro turun 0,3% menjadi $1,1731, sementara Poundsterling Inggris turun dengan besaran yang sama menjadi $1,3480. Terhadap Yen, Dolar AS naik 0,2% menjadi 158,945 Yen dan menguat 0,1% terhadap Yuan Tiongkok menjadi 6,8244 Yuan dalam perdagangan luar negeri. Dolar Australia turun 0,6% menjadi $0,7122 sementara Dolar Selandia Baru turun 0,4% menjadi $0,5856. Bitcoin turun 0,7% menjadi $74.130,13, sementara Ether turun 0,7% menjadi $2.266,10.
Bagikan Berita